Jarang Dikenal, Ini 4 Profesi Bidang Seni Yang Unik
Siker.id | 10 Jun 2022 16:00


Bagikan ke
Ilustrasi dessert chef (freepik/siker.id)

siker.id - Dalam bidang seni, profesi yang sering kita kenal pastinya seperti penyanyi, pelukis, dan lain sebagainya. Namun, tidak banyak orang tahu dan jarang dikenal bahwa ada juga pekerjaan seni lain yang sangat unik dan keren. 

Nah, berikut ini ada beberapa profesi bidang seni unik dimana jarang dikenal banyak orang. Simak dibawah ini.

Baca juga : 3 Profesi Cocok Untuk Yang Hobi Traveling

1. Realistic cake maker

Profesi ini hampir mirip dengan profesi creative dessert chef. Namun, sesuai dengan namanya, realistic cake maker hanya terfokus pada penyajian kue saja.

Jika kamu pernah melihat kue dengan bentuk-bentuk yang menyerupai makhluk hidup atau benda lainnya yang terlihat sangat nyata, itulah salah satu pekerjaan yang ditekuni oleh profesi ini.

2. Mask maker

Mask maker adalah profesi yang bertugas untuk membuat topeng dengan berbagai bentuk wajah manusia, bahkan wajah hantu atau zombie. Biasanya, topeng-topeng hasil karya dari seorang mask maker, digunakan dalam proses syuting sebuah film atau dijual secara umum untuk menghadiri sebuah pesta.

Baca juga : 3 Pekerjaan Paling Dicari Lima Tahun Ke Depan

3. Stop motion animator

Stop motion adalah teknik membuat film animasi dengan menggabungkan sejumlah foto menjadi video. Nah, orang yang menekuni pekerjaan ini, biasa disebut sebagai stop motion animator

4. Art conservator

Art conservator adalah sebuah profesi yang bertugas untuk membersihkan lukisan yang kotor dan berdebu. Namun tidak hanya itu, mereka juga akan mewarnai ulang gambar dari lukisan yang dibersihkan sehingga akan terlihat layaknya lukisan baru.

Demikian di atas tadi profesi unik di bidang seni yang jarang sekali orang banyak tahu atau mengenal pekerjaan tersebut, sangat menarik bukan? 

Sekian artikel ini, jika ada kritik dan saran silahkan tulis pada kolom komentar. Terima kasih.

Baca juga : 3 Jenis Pekerjaan Yang Rawan Kecelakaan Kerja


Editor: Maya Indra Purnamasari -

0     0    

TAG :

Komentar