3 Tanda sedang Mengalami Post Holiday Syndrome
Siker.id | 13 May 2022 07:00


Bagikan ke
Post holiday syndrome (siker)

siker.id - Libur lebaran beberapa waktu yang lalu memang menjadi momen menyenangkan bagi banyak orang. Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk mengisinya. Adanya liburan panjang diharapkan membuat pikiran kembali fresh dan semangat kerja kembali meningkat. Tapi, sayangnya hal ini terkadang jauh dari yang diharapkan. Alih-alih pikiran kembali fresh dan semangat kerja meningkat, yang ada kamu justru terjebak dalam post holiday syndrome. Kamu dipenuhi oleh sekumpulan perasaan negatif dan juga mood yang buruk. Lantas, apa saja tanda bahwa kamu sedang terjebak dalam post holiday syndrome? Simak ulasannya!

Baca juga: Tips Healing yang Benar agar Tidak Malas

Tidak bersemangat ketika bekerja

Siapa, sih, yang tidak senang ketika mendapat jatah libur? Apalagi kamu bisa cuti atau berlibur di momen-momen yang spesial seperti Lebaran. Ada beragam hal yang bisa dilakukan selama liburan, mulai menikmati waktu bersama keluarga sampai pergi ke destinasi wisata alam yang menarik. Tapi, tahukah kamu ternyata keasyikan menikmati liburan juga bisa membuatmu terjebak dalam post holiday syndrome, lho! Salah satu tandanya yaitu tidak bersemangat ketika bekerja. Kamu cenderung lemas, mengantuk, bahkan merasa tertekan dengan rutinitas pekerjaan yang harus dijalani.

Cenderung bermalas-malasan

Apa yang terlintas dalam pikiranmu ketika mendengar kata liburan? Bermalas-malasan menjadi salah satu hal yang dipilih banyak orang. Memang tidak dapat dipungkiri jika liburan menjadi ajang untuk memanjakan diri tanpa adanya tekanan pekerjaan seperti yang biasa dijalani. Tapi, sayangnya momen liburan ini terus terbawa ketika aktivitas bekerja sudah kembali seperti semula. Salah satu tanda yang menunjukkan bahwa kamu sedang terjebak dalam post holiday syndrome yaitu cenderung bermalas-malasan sepanjang waktu. Bahkan, tidak jarang pekerjaan yang seharusnya selesai malah berakhir terbengkalai.

Baca juga: 3 Penyebab Anggota Tim Malas Berkontribusi

Produktivitas menurun

Libur Lebaran telah usai. Kini sudah saatnya kita kembali menjalani rutinitas kerja yang sempat terjeda beberapa waktu. Apalagi setelah menjalani liburan panjang, sudah seharusnya produktivitas kembali meningkat sehingga performa kerja juga lebih optimal. Namun, apa yang terjadi justru sebaliknya. Libur panjang malah membuat produktivitas kerja menurun. Mengalami situasi yang demikian merupakan pertanda bahwa kamu sedang terjebak dalam post holiday syndrome. Alih-alih performa kerja optimal, yang ada justru semakin banyak pekerjaan tidak selesai.

Sekian artikel tentang tanda-tanda sedang mengalami post holiday syndrome. Bila menyukai artikel ini bisa dibagikan pada banyak orang. Jika ada kritik dan saran bisa tulis pada kolom komentar. Terima kasih.

Baca juga: 3 Alasan Kuat Orang Malas Menawarkanmu Pekerjaan


Reporter: Theo Adi
Editor: -

0     0    

Komentar