icon Logo
Start a Conversation Hi! Click one of our member below to chat on Whatsapp
7 Gesture Tubuh yang Harus Dihindari Saat Interview Kerja
Siker.id | 25 Oct 2023 12:00


Bagikan ke
Ilustrasi interview (kontenPedia/dok. Canva)

siker.id - Saat menghadiri sesi wawancara kerja, tidak hanya kata-kata dan kualifikasi yang kamu sampaikan yang menjadi hal penting, tetapi juga bahasa tubuh dan gesture yang kamu tunjukkan. Gesture tubuh dapat memberikan kesan yang kuat pada calon perekrut, baik positif maupun negatif. Berikut adalah beberapa gesture tubuh yang perlu dihindari saat mengikuti sesi wawancara kerja.

Baca juga: Berikut 7 Penyebab Gagal Interview yang Harus Diketahui

1. Menunjukkan Ketidakminatan

Gesture tubuh seperti bersandar, bersender ke belakang, atau melipat tangan di atas dada dapat memberikan kesan ketidakminatan atau sikap defensif. Hal ini bisa mengirimkan sinyal bahwa kamu tidak tertarik pada wawancara atau perusahaan tersebut. Sebaliknya, duduk dengan sikap tegak, menunjukkan minat, dan memberikan perhatian penuh pada perekrut akan memberikan kesan yang positif.

2. Menghindari Kontak Mata

Menghindari kontak mata dapat memberikan kesan kurang percaya diri atau ketidakjujuran. Jangan menghindari tatap muka dengan perekrut atau terlalu sering melirik ke arah lain. Cobalah untuk menjaga kontak mata secara wajar, menunjukkan ketertarikan dan keyakinan diri pada percakapan yang sedang berlangsung.

3. Bersikap Terlalu Santai

Meskipun penting untuk tetap rileks dan natural selama sesi wawancara, bersikap terlalu santai atau terlalu informal dapat memberikan kesan kurang profesional. Hindari bersandar di kursi, menyilangkan kaki, atau bersikap terlalu santai. Cobalah untuk mempertahankan sikap yang sopan dan terfokus pada wawancara.

4. Gestur yang Terlalu Berlebihan

Gesture tubuh yang terlalu berlebihan, seperti gerakan tangan yang tidak perlu atau mimik wajah yang berlebihan, dapat mengganggu dan mengalihkan perhatian dari hal yang kamu sampaikan. Cobalah untuk menjaga gesture tubuh tetap terkendali dan sesuai dengan situasi. Gunakan gesture tubuh yang mendukung komunikasi verbal, tetapi hindari yang berlebihan.

Baca juga: 9 Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Mengikuti Wawancara Kerja

5. Bersikap Terlalu Tegang

Meskipun penting untuk menunjukkan ketertarikan dan antusiasme, bersikap terlalu tegang atau kaku juga dapat memberikan kesan negatif. Hindari ketegangan berlebihan pada tubuh, seperti mengencangkan bahu atau menjaga posisi tubuh yang terlalu kaku. Cobalah untuk tetap santai, tetapi tetap mengedepankan sikap profesional.

6. Mengalihkan Perhatian dengan Gesture Tubuh

Hindari melakukan gesture tubuh yang dapat mengalihkan perhatian perekrut dari isi pembicaraan. Misalnya, menggaruk kepala, memainkan jari-jari, atau menggesekkan tangan secara terus-menerus. Gesture tubuh yang berlebihan atau tidak perlu dapat mengurangi fokus pada pesan yang kamu sampaikan.

7. Ekspresi Wajah yang Negatif

Hindari menunjukkan ekspresi wajah yang negatif, seperti mengernyitkan kening, menggeleng-gelengkan kepala, atau mengangkat alis dengan skeptis. Ekspresi wajah yang negatif dapat memberikan kesan ketidaksetujuan atau ketidakpuasan. Cobalah untuk menjaga ekspresi wajah yang netral atau positif sepanjang wawancara.

Gesture tubuh yang kamu tunjukkan selama sesi wawancara kerja dapat memberikan kesan pada calon perekrut. Dalam situasi ini, penting untuk tetap memperhatikan bahasa tubuh dan memastikan bahwa gesture tubuh mu mendukung kesan yang positif dan profesional. Dengan menghindari gesture tubuh yang tidak pantas atau dapat mengganggu, kamu dapat meningkatkan peluang untuk menciptakan kesan yang baik dan mengesankan selama wawancara kerja. Sekian artikel ini, semoga bermanfaat!

Baca juga: Inilah 5 Kriteria CV yang Tidak Menarik yang Harus Diketahui


Editor: Devieda Putri Hidayat -

     

Komentar