Beberapa Etika Dalam Berdagang
Siker.id | 28 Jan 2022 17:45


Bagikan ke
Etika dalam berdagang. (siker)

siker.id - Salah satu jalan mencukupi kebutuhan dengan cara yang sangat halal adalah melakukan berdagang. Walau kadang hasil tak menentu, tapi dari perniagaan ini banyak menghasilkan para pengusaha yang kaya raya. Itulah kenapa banyak sekali orang-orang yang tertarik untuk mendapatkan keuntungan dari jalan berjualan.

Namun yang perlu diperhatikan, dalam berdagang pun harus ada etika yang mesti kamu patuhi. Sehingga tak hanya menghasilkan cuan, tapi juga bisa meraih keberkahan, harta yang dihasilkan halal dan akan membawa kebaikan. Inilah beberapa etika yang hendaknya kamu terapkan.

Baca juga: Berikut 5 Prinsip Dalam Bekerja

Tidak mematok harga yang mencekik

Setiap orang memang bebas menentukan harga jual barangnya. Tapi usahakan tidak mematok harga yang mencekik, apalagi memanfaatkan momen langka. Sebagai contoh, saat awal-awal pandemik, harga masker yang sebelumnya dipatok kisaran Rp20 ribu per kotak, jadi melambung hingga Rp400 ribu. Padahal masker sangat dibutuhkan demi menekan penularan.

Janganlah mengambil untung di atas derita orang lain. Rezeki tak hanya berbentuk uang. Membantu sesama, dengan tidak memberi harga mencekik, juga jenis rezeki lain, yakni kesempatan untuk mengumpulkan tabungan pahala untuk bekal di kehidupan nanti.

Jangan berdusta

Tak memandang agama, negara, ras, atau pun suku, berdusta adalah perbuatan tak terpuji. Karena itu wajib dihindari bagi siapa pun, termasuk dalam praktik jual beli.

Di antaranya dengan tidak menyembunyikan barang cacat atau rusak di antara barang-barang bagus, sehingga pembeli jadi tertipu, atau dengan bersumpah palsu. Pakai menyebut nama Tuhan bahwa barang yang dijual berkualitas, padahal faktanya tak begitu.

Baca juga: Tips Gen Z Agar Suka Bekerja

Bersikap ramah

Janganlah terlena dengan dagangan yang laku sehingga membuatmu jadi pedagang yang arogan. Perlakukanlah dengan baik setiap pembeli karena kamu tidak tahu pengorbanan dibaliknya supaya bisa membeli barang yang kamu jual.

Begitu pun dengan pembeli, jangan karena merasa bahwa pembeli adalah raja, kemudian semena-mena. Menawar harga gak pakai logika, bersikap pun merendahkan pedagang, seolah-olah mereka yang butuh. Padahal namanya jual beli, dua-duanya saling membutuhkan.

Sekian artikel tentang etika dalam berdagang. Bila menyukai artikel ini bisa Anda bagikan. Jika ada kritik dan saran bisa tulis pada kolom komentar. Terima kasih.

Baca juga: 3 Tips Anti Stres Saat Bekerja Di Masa Covid-19


Reporter: Azzachra Rara
Editor: -

0     0    

Komentar