Apa Dampak Buruk dari Gila Jabatan?
Siker.id | 29 Dec 2021 16:00


Bagikan ke
Dampak buruk dari gila jabatan. (siker)

siker,id - Siapa yang tidak ingin memiliki jabatan yang tinggi? Rasanya hampir semua orang memiliki harapan yang sama untuk memperoleh hal tersebut. Tentu saja alasannya adalah untuk mengembangkan karier ke arah yang lebih baik lagi. Sayangnya tidak semua memiliki pikiran yang baik mengenai jabatan. Ada pula orang yang justru terobsesi sehingga terjatuh dalam julukan gila jabatan. Sifat gila jabatan dapat memberikanmu beberapa dampak buruk berikut ini yang patut diperhatikan.

Baca juga: Ingin Naik Jabatan?Lakukan dengan Cara Ini

1. Bisa Merusak Karier

Pasti tidak semua orang berharap kariernya bisa mengalami kehancuran, apalagi membangunnya selama ini bukanlah perkara yang mudah. Namun, jika Anda bersikap gila jabatan, bisa berpotensi untuk merusak karier yang selama ini dirintis. Sebab, ada hal yang dilakukan dengan ambisi yang tinggi, tetapi melegalkan segara cara untuk bisa memperolehnya. Jika itu merugikan orang lain, alhasil Anda malah merusak karier selama ini.

2. Jabatan Tidak Dipegang Selamanya

Orang yang gila jabatan memang kerap kali tidak pikir panjang dengan keputusan yang diperbuat. Alhasil, berani mengambil tindakan yang tidak dilegalkan sekalipun. Padahal, akan ada konsekuensinya jika melakukan hal tersebut. Padahal, jabatan tidak akan dipegang selamanya. Artinya, jabatan merupakan bentuk wujud yang sebatas sementara. Lebih parahnya lagi, karena jabatan dirimu terkesan rakus.

3. Percuma Bila Tidak Ada Progres Pada Perusahaan

Alasan dari banyaknya orang menginginkan jabatan tinggi biasanya semata-mata untuk gengsi dan pengakuan semata. Padahal, tidak mudah dalam mengemban tanggung jawab sebagai atasan. Anda tentu akan sangat dipertanyakan bila tidak memberikan progres apa pun bagi perusahaan. Tidak akan berguna jabatan tinggi jika tidak bisa membawa perusahaan ke arah yang lebih baik.

Baca juga: Berikut Dampak Buruk Memarahi Karyawan Didepan Umum

4. Kerja keras Ada Batasnya

Ada banyak cara dalam memperoleh jabatan yang tinggi. Salah satu caranya adalah bekerja secara keras untuk dapat memberikan hasil yang sesuai dengam ekspektasi perusahaan. Sayangnya, tidak banyak yang paham bahwa manusia memiliki batasan tersendiri dalam menanggung beban pekerjaan. Jika Anda terkesan memaksa dan memberikan dampak negatif, itu sama saja dengan menyiksa diri.

5. Mengurangi Esensi Bersyukur

Anda tentu boleh-boleh saja untuk memiliki harapan dalam memperoleh jabatan yang baik. Tentunya hal ini juga harus diikuti dengan usaha yang banyak dan sesuai. Hal yang disayangkan adalah ketika ambisimu berubah menjadi obsesi untuk memperoleh jabatan yang tinggi. Obsesi semacam ini justru akan mengurangi esensi bersyukurmu atas apa yang sudah dimiliki.

Sekian artikel tentang dampak buruk gila jabatan. Bila menyukai artikel ini bisa Anda bagikan. Jika ada kritik dan saran bisa tulis pada kolom komentar. Terima kasih.

Baca juga: Apa Dampak Buruk Bekerja Sebagai Deadliner?


Editor: Theo Adi -

0     0    

Komentar