Berikut 5 Etika Berbicara Dengan Atasan
Siker.id | 15 Dec 2021 18:00


Bagikan ke
Etika berbicara dengan atasan yang baik dan benar. (siker)

siker.id - Berbicara dengan atasan memang suatu hal yang kadang membuat kita canggung. Kesalahan kecil dalam berbicara akan menimbulkan kesan negatif dalam kepribadian kita. Bisa jadi karir akan terancam. Perlu dimengerti bahwa atasan berbeda dengan teman nongkrong, kerabat atau orang tua kandung. Orang tua dirumah mungkin masih dapat kita ajak komunikasi dengan santai dan sopan, namun berbicara dengan atasan membuat kita harus berpikir lebih panjang dalam berbicara agar terkesan lebih profesional. Menerapkan etika komunikasi atasan dengan bawahan memang sesuatu yang perlu kebiasaan tersendiri. Bagaimana tidak, hubungan komunikasi ini akan berhasil hanya jika masing-masing pihak tahu betapa pentingnya etika dalam berkomunikasi. Berikut ini etika yang wajib Anda pegang saat berbicara dengan atasan!

Baca juga: Bagaimana Cara Membangun Komunikasi Efektif Dengan Atasan?

1. Jaga Fokus dan Kontak mata

Menjaga Kontak mata akan membuat lawan bicara Anda percaya bahwa Anda memperhatikan, tertarik dan mendengarkan. Sehingga merasa percaya untuk mengutarakan semua apa yang ingin di bicarakan, kontak mata juga bisa mencegah Anda “melewatkan” informasi atau hal hal penting yang sedang dibicarakan. Terutama saat mengobrol dengan rekan bisnis, jagalah kontak mata anda dan perhatikan wajah mereka sebab dari situlah timbul rasa saling percaya dan saling menghargai.

2. Antusias

Siapa sih orang yang tidak senang berbicara dengan orang yang antusias?

Antusias bukan berarti over aktif dalam komunikasi (atau cerewet) ya. Antusias bisa juga kok di perlihatkan dengan cara mendengarkan secara seksama, memberikan tatapan mata berbinar yang menunjukan ketertarikan saat mendengarkan lawan bicara anda.

3. Menggunakan Bahasa Formal

Etika dari berkomunikasi antara atasan dengan bawahan yang pertama adalah dengan menggunakan bahasa formal. Sebenarnya ini bukan hal yang begitu wajib terutama apabila kita berkecimpung di dunia industri kreatif, namun demikian, bagaimana pun juga bahasa formal adalah bahasa yang paling aman dan memiliki kesan rasa saling menghargai di dalamnya. Kita juga bisa mempelajari kegunaan bahasa sebagai alat komunikasi sehingga kita tahu betapa pentingnya poin ini.

Baca juga: Berikut tips Membangun Komunikasi Dengan Rekan Kerja

4. Saling Mendengarkan

Komunikasi yang efektif dimulai dari kemampuan untuk mendengarkan. Anda harus mendengarkan dengan cermat setiap percakapan bos Anda. Tunjukkan rasa antusiasme anda serta keseriusan dalam mendengarkan beberapa informasi atau instruksi yang diberikan oleh atasan Anda. Keseriusan dan antusiasme seseorang dalam mendengarkan, dapat dilihat dari sikap saat mendengarkan.

5. Meminta dan Menanggapi

Bawahan yang baik bukanlah seseorang yang melakukan semua instruksi dari bosnya tanpa pertimbangan apa pun. Karena itu, jika Anda tidak mengerti apa yang dimaksud oleh atasan Anda, Anda harus bertanya. Demikian juga, jika Anda merasa perlu untuk memberikan ide, memperkuat atau mengubah instruksi bos Anda, lakukan dengan sopan dengan alasan kuat, sehingga Anda tidak dianggap sebagai karyawan yang nakal.

Sekian artikel tentang etika berkomunikasi dengan atasan. Bila menyukai artikel ini bisa Anda bagikan. Jika ada kritik dan saran bisa tulis pada kolom komentar. Terima kasih.

Baca juga: Simak! Begini Prospek Kerja Lulusan Desain Komunikasi Visual


Editor: Theo Adi -

0     0    

Komentar