Siklus Akuntansi pada Perusahaan Jasa
Siker.id | 18 Aug 2022 16:30


Bagikan ke
Siklus akuntansi pada perusahaan jasa (siker)

siker.id – Seorang akuntan harus tahu bagaimana sebuah siklus akuntansi dalam perusahaan berlaku. Pasalnya, hal ini sangat penting mengingat proses pencatatan dan keuangan perusahaan menjadi vital bagi keberlangsungan sebuah bisnis. Dalam hal ini juga termasuk pada akuntansi perusahaan jasa.

Perusahaan jasa sendiri ialah sebuah usaha yang bergerak dibidang penyediaan pelayanan kepada pelanggan atau perusahaan lainnya. Tentunya, dibutuhkan alur yang jelas dalam siklus akuntansi perusahaan jasa tersebut.

Nah, apa saja siklus akuntansi yang ada pada perusahaan jasa? Simak di bawah ini, ya, sobat siker!

Baca Juga: Kamu Perlu Tahu 4 Fungsi Akuntansi Manajemen Ini!

Melakukan Analisis Transaksi

Untuk diketahui, tidak semua transaksi dapat masuk menjadi catatan. Hanya transaksi yang mampu mengubah ke jalur positif yang dapat tercatat. Seperti: nota pembelian dan faktur penjualan.

Jika mampu mengidentifikasinya, karyawan atau bagian akuntan dapat langsung menganalisisnya. Untuk memudahkan, bisa menggunakan rumus: Aktiva = Kewajiban + Ekuitas.

Catatan Transaksi Masuk ke Sistem

Setelah akuntan mampu menganalisa transaksi tersebut, akuntan perlu mencatat transaksi dalam sistem atau jurnal. Yang perlu diketahui, jurnal merupakan catatan secara rinci dan detail tentang segala transaksi.

Menulis Di Buku Besar

Proses selanjutnya setelah mencatat di jurnal adalah menulis transaksi yang terjadi di buku besar. Seperti yang diketahui buku besar merupakan alat untuk melakukan pencatatan laporan keuangan yang didalamnya berisi rangkuman yang berasal dari jurnal umum.

Penyusunan Neraca Saldo

Neraca saldo merupakan daftar saldo rekening-rekening buku besar pada periode tertentu. Cara menyusun neraca saldo sangat mudah, caranya adalah dengan memindahkan saldo yang ada di buku besar ke dalam neraca saldo untuk disatukan. Saldo pada neraca saldo harus sama jumlahnya antara jumlah debit dan kredit.

Penyusunan Jurnal & Neraca Saldo Penyesuaian

Penyusunan jurnal dibutuhkan karena untuk mengantisipasi kesalahan pencatatan transaksi atau ada transaksi yang belum tercatat. Untuk itu, perlu dimasukkan ke dalam jurnal penyesuaian.

Pembuatan jurnal penyesuaian biasanya dilakukan secara periodik per bulan, tiga atau enam bulan sekali.

Baca Juga: Lulusan Akuntansi Kerja di Bagian Apa?

Neraca Lajur

Penyusunan neraca lajur perusahaan jasa akan mengacu pada neraca saldo dan jurnal penyesuaian. Apabila keduanya sudah dibuat, maka penyusunan neraca lajur bisa dilakukan secara mudah.

Neraca lajur akan memberikan informasi dalam bentuk laporan laba-rugi dan neraca. Keduanya itu akan menjadi dasar dalam pembuatan laporan keuangan.

Susun Laporan Keuangan

Siklus selanjutnya dalam akuntansi perusahaan jasa ialah penyusunan laporan keuangan. Dalam penyusunan laporan tersebut berisi laporan laba rugi, neraca, perubahan modal, dan arus kas.

Jurnal Penutup

Isinya dari jurnal penutup ini ialah laporan laba rugi. Caranya, membuat laporannya menjadi angka nol. Hal ini digunakan untuk mengukur aktivitas selama periode tersebut berjalan.

Jurnal Pembalik

Maksud dari tahapan jurnal pembalik adalah tahap dalam pembalikan beberapa akun yang telah ditutup untuk mengembalikan saldonya. Akun perkiraan yang dibalik biasanya merupakan pembayaran yang dibayar di muka dan belum jatuh tempo.

Nah, itu tadi siklus akuntansi pada perusahaan jasa yang dapat kamu pelajari. Jangan lupa like, share, dan komen jika dirasa bermanfaat ya, sobat siker!

Baca Juga: 3 Fungsi Akuntansi Biaya yang Perlu Kamu Tahu!


Reporter: Fauzan Nur Rochman
Editor: -

0     0    

Komentar