Perlu Tahu! Konsep Kaizen 5S
Siker.id | 06 Jul 2022 15:50


Bagikan ke
Prinsip 5S Kaizen (Siker)

siker.id - Jika kalian pernah bekerja di perusahaan-perusahaan Jepang, kalian pasti pernah mendengar bahkan menerapkan konsep ini ketika bekerja. Sebagian besar perusahaan-perusahaan Jepang menerapkan konsep kaizen 5S sebagai fundamental atau dasar dari manajemen, terutama perusahaan-perusahaan manufaktur elektronika. Apa sih yang dimaksud dengan konsep 5S ini? 5S adalah istilah Jepang untuk menggambarkan secara sistematik praktek housekeeping yang baik. Berasal dari Jepang dan terbukti efektif di beberapa negara termasuk Indonesia. Penataan housekeeping dikenal sebagai awal dan merupakan pendekatan paling efektif dalam membangun suatu peningkatan produktivitas kerja dan dapat diterapkan secara kombinasi dengan sistem manajemen lain. Lalu apa saja kelima konsep itu?

Baca Juga: 5 Prinsip Etika Bisnis

1. Seiri (Ringkas)

Menurut Hiroyuki Hirano (2002:21), seiri adalah memisahkan barang menjadi dua golongan yaitu barang yang diperlukan dan yang tidak diperlukan. Barang yang tidak diperlukan harus dipisahkan dari area kerja, dimana mereka merupakan barang yang tidak/belum/jarang digunakan saat ini.

2. Seiton (Rapi)

Menentukan tata letak yang tertata rapi sehingga kita selalu menemukan barang yang diperlukan. Menurut Kristianto Jahja (2000), seiton berarti menempatkan barang sesuai dengan jenis, fungsi dan volume penggunaannya.

3. Seiso (Resik)

Menghilangkan sampah kotoran dan barang asing untuk memperoleh tempat kerja yang lebih bersih. Pembersihan dengan cara inspeksi: “Bersihkan segala sesuatu yang ada di tempat kerja”.

Baca Juga: 4 Prinsip Manajemen Wajib Diterapkan Dalam Bisnis

4. Seiketsu (Rawat)

Konsep utama seiketsu adalah memelihara keadaan area kerja yang bersih dan rapi dengan mengikuti disiplin 3S yang telah dilaksanakan. Perawatan yang dimaksudkan disini adalah menjaga konsistensi pelaksanaan disiplin 3S (seiri, seiton, seiso) agar tetap dapat berjalan dengan baik. Menurut Takashi Osada, seiketsu adalah “terus-menerus dan secara berulang-ulang memelihara seiri, seiton, seiso baik secara personal maupun menyangkut pekerjaan.”

5. Shitsuke (Rajin)

Menurut Takashi Osada, shitsuke adalah “melakukan sesuatu yang benar sebagai kebiasaan.” Konsep utama dari shitsuke adalah melakukan tugas/pekerjaan dengan benar sesuai dengan prosedur yang berlaku. Menurut Kristianto Jahja (2006:62), shitsuke berarti “lakukan apa yang harus dilakukan, dan jangan melakukan apa yang tidak boleh dilakukan.”

Nah, itu dia tadi Konsep Kaizen 5S yang dapat kamu terapkan ya, jangan lupa share jika dirasa bermanfaat dan komen di bawah jika kamu ingin memberikan opinimu, sobat siker!

Baca Juga: 3 Prinsip Stoikisme yang Mampu Tingkatkan Produktivitas

 


Reporter: Fauzan Nur Rochman
Editor: -

0     0    

TAG :

Komentar