4 Tips Membuat Cerita Menarik untuk Diikuti
Siker.id | 30 Jun 2022 20:30


Bagikan ke
Pentingnya membuat cerita yang menarik banyak pembaca (siker)

siker.id - Kamu punya cukup banyak ide yang ingin dicurahkan ke dalam tulisan? Atau mungkin ingin berbagi cerita mengenai pengalaman hidup yang menarik dan bermanfaat bagi orang lain? Tidak ada salahnya kamu membuat tulisan untuk dinikmati khalayak. Cara membuat cerita yang menarik ternyata tidak sesulit yang kamu kira. Tidak ada tolok ukur pasti bagaimana sebuah cerita dianggap baik. Tetapi, kamu bisa melihat bagaimana reaksi pembaca ketika membaca sebuah cerita. Selain itu, lihat juga apakah ada nilai yang bisa diambil dari cerita tersebut, baik pada cerita fiksi maupun cerita non-fiksi. Berikut tips membuat cerita yang menarik.

Baca juga: 3 Cara Membuat Cerita yang Menarik

Tentukan tema yang jelas dan outstanding

Ketika ingin menulis, kamu harus tau apa pembahasan yang akan kamu angkat pada cerita tersebut. Cobalah pilih satu tema yang menarik untuk dibahas. Nantinya, topik ini bisa berisikan beberapa chapter atau sub bab sehingga ceritamu tidak terlihat bertele-tele dan tidak membuat pembaca malas melihat tulisan yang terlalu panjang. Ada banyak tema yang bisa kamu pilih dari berbagai sumber. Misalkan dari hasil pikiran-pikiran fantasi yang muncul dalam benakmu, atau bisa juga dari kehidupan nyata yang kamu atau orang terdekat alami.

Gunakan teknik storytelling

Banyak penulis mengatakan bahwa cara membuat cerita yang menarik tidak terlepas dengan teknik storytelling. Metode storytelling tidak hanya digunakan pada media audio atau penyampaian verbal saja, tetapi juga bagus diterapkan ketika membuat cerita. Dasar storytelling akan membuat para pembaca merasa nyaman saat mengikuti alur cerita kamu.

Baca juga: 5 Tips Menulis Artikel bagi Penulis Pemula

Perkuat karakter tiap tokoh

Cerita yang menarik untuk dibaca adalah cerita yang dapat membawa pembacanya merasakan atmosfer yang sama dari cerita tersebut. Dari poin tersebut, maka cara membuat cerita kamu menarik selanjutnya adalah dengan memperkuat karakter tokoh di dalam cerita. Mungkin tokoh A bersifat protagonis, tokoh B antagonis, dan sebagainya. Kamu juga bisa menjelaskan secara langsung bagaimana karakter tiap tokoh dan tambahkan sedikit gambaran background tempat, masa lalu, cara pandang tiap tokoh dalam sebuah masalah, dan detail lain mengenai tokoh.

Kenali siapa target pembaca

Tidak semua cerita bisa dikonsumsi oleh semua umur. Jika topik atau tema yang kamu angkat adalah tema mengenai anak remaja, percintaan remaja, atau bahkan kondisi seseorang saat mengalami quarter life crisis, maka kamu bisa menyesuaikan bahasa yang digunakan dengan tone bahasa yang ringan. Perhatikan juga pemilihan kata atau istilah yang dipakai agar pembaca bisa dengan mudah memahami isi cerita kamu. Dengan mengenali siapa target pembaca, kamu bisa memilih gaya bahasa, pembawaan cerita, isi cerita, dan pesan yang ingin diangkat pada sebuah cerita.

Sekian artikel tentang tips membuat cerita menarik buat diikuti. Bila menyukai artikel ini bisa dibagikan pada banyak orang. Jika ada kritik dan saran bisa tulis pada kolom komentar. Terima kasih.

Baca juga: 3 Cara Membuang Insecure saat Menulis


Reporter: Theo Adi
Editor: -

0     0    

Komentar