4 Etika Mengunjungi Rekan Kerja yang Sakit
Siker.id | 16 Jun 2022 10:00


Bagikan ke
Ada etika dalam mengunjungi rekan yang sakit (siker)

siker.id - Apakah rekan kantormu saat ini harus menjalani rawat inap? Pastinya kamu sebagai rekan kerja yang baik sudah ingin menjenguknya dan memberi semangat pada rekanmu agar cepat sembuh dan bisa berkumpul lagi. Sebelum menjenguk sang teman kerja sakit, sebaiknya kamu perlu tahu apa saja berbagai etika dalam menjenguk orang sakit! Berikut ulasannya!

Baca juga: 3 Prinsip Etika Bisnis Untuk Jadi Pengusaha Sukses

Pastikan temanmu bisa dan mau dikunjungi

Agar bisa pulih sepenuhnya, orang sakit tentu harus istirahat. Oleh karena itu, kadang kala, ada pasien yang tak ingin dikunjungi. Jadi, pastikan dulu hal itu. Kalau memang temanmu menolak kunjungan, coba tanyakan apakah ia lebih nyaman dijenguk saat sudah kembali ke rumah.

Beri buah tangan yang tepat

Berilah teman kerjamu buah tangan yang tepat. Buah tangan itu bisa disesuaikan dengan penyakit sang rekan kantor. Misalnya, temanmu terkena penyakit tifus. Hindarilah hadiah berupa buah-buahan. Sebab orang yang terkena tifus sebaiknya mengurangi serat. Untuk menghindari kesalahan membeli, kamu bisa membeli hadiah yang lebih netral. Coba bawakan teman kerjamu buku atau permainan puzzle. Keduanya bisa dibaca atau dimainkan saat kolega kerjamu punya waktu luang di rumah sakit.

Baca juga: 3 Etika Dalam Berteman di Tempat Kerja

Jangan terlalu lama

Pasien di rumah sakit, termasuk rekan kerjamu, harus beristirahat. Itulah mengapa, jangan terlalu lama saat berkunjung. Cukup datang selama 20-30 menit. Sesuaikan durasi itu dengan situasi dan kondisi temanmu.

Cek jam dan batas jumlah pengunjung

Etiket menjenguk teman kerja selanjutnya adalah mengecek aturan rumah sakit. Pada dasarnya rumah sakit mendorong teman-teman pasien untuk datang membesuk. Akan tetapi, orang yang sakit tentu butuh istirahat. Oleh karena itu, ada aturan soal jumlah pengunjung. Pastikan kamu tak melebihi batas itu. Ada juga ketentuan soal jam kunjungan. Datanglah sesuai ketentuan itu.

Sekian artikel tentang etika mengunjungi rekan kerja yang sakit. Bila menyukai artikel ini bisa dibagikan pada banyak orang. Jika ada kritik dan saran bisa tulis pada kolom komentar. Terima kasih.

Baca juga: 3 Etika untuk Perkembangan Karir


Reporter: Theo Adi
Editor: -

0     0    

Komentar