4 Alat Psikotest Yang Sering Digunakan Rekrutmen
Siker.id | 09 Jun 2022 15:30


Bagikan ke
Ilustrasi gambar (freepik/siker.id)

siker.id - Rekrutmen adalah proses dimana perusahaan mencari kandidat atau pelamar yang akan berkontribusi dalam suatu perusahaan. Sebelum melanjutkan ke proses interview kerja, biasanya kandidat diminta untuk melakukan psikotest oleh perekrut.

Pasalnya, ada berbagai macam alat psikotest yang biasa digunakan perekrut dalam rekrutmen. Berikut ini beberapa jenis alat psikotest.

Baca juga : 3 Jenis Kompetensi Teknis yang Ada Dalam Dunia Kerja

1. DiSC 

DiSC digunakan untuk mengukur sifat utama seorang kandidat berdasar empat tipe kepribadian seperti Dominant (D), Influential (I), Steady (S), dan Compliant (C). Perusahaan biasanya menggunakan jenis psikotes ini untuk membantu memahami gaya perilaku profesional karyawan dan kemampuannya untuk bekerja tim. DiSC sendiri adalah tes yang ramah pengguna dan cenderung lebih singkat dibanding tes lainnya.

Meski populer digunakan banyak perusahaan, namun DiSC dianggap tidak terlalu ideal. Pasalnya hasil tes hanya menunjukan kekuatan relatif dari satu kandidat saja dan tidak dapat dibandingkan dengan kandidat lainnya. DiSC juga tidak dianggap sebagai prediktor keberhasilan pekerjaan yang valid. 

2. EPPS

Edward Personal Preference Schedule (EPPS) adalah salah satu jenis tes yang dijadikan alternatif dalam  psikotes perusahaan.Tes ini terdiri dari 225 pernyataan berpasangan yang mengidentifikasi dan mengukur kandidat dalam beberapa skala. Misalnya seperti, achievement (kemampuan melakukan tugas dengan baik),  dominance (kemampuan memimpin), change (kemampuan mengalami hal-hal baru), dan otonomi (kebutuhan untuk bebas dari tanggung jawab). 

Baca juga : 4 Jenis Generasi yang Ada di Tempat Kerja

3. Tes Wartegg

Tes Wartegg adalah tes menggambar proyektif yang dikembangkan oleh psikolog Ehrig Wartegg pada kisaran tahun 1920 hingga 1930an. Bentuk tes ini terdiri atas delapan panel kotak putih di mana setiap kotak berisi tanda kecil yang digunakan sebagai titik awal yang harus diselesaikan oleh kandidat menjadi gambar. Tes ini didasarkan pada asumsi bahwa konten dan aspek kualitatif gambar dapat mencerminkan kepribadian orang yang menggambar. 

4. Tes Pauli 

Kamu juga pasti sudah familiar dengan salah satu jenis tes psikotes kerja ini. Tes Pauli pertama ditemukan oleh Richard Pauli pada tahun 1938 sebagai pengembangan atas tes Kraeplin yang ditemukan Emil Kraeplin. Tes ini terdiri dari 2000 masalah perhitungan dengan 50 angka di setiap kolomnya. Tugas kandidat adalah menghitung angka per angka secara sistematis dari atas ke bawah. 

Untuk menyelesaikan tes ini dibutuhkan energi dan konsentrasi penuh sehingga perhitungan dapat dilakukan dengan tepat. Biasanya tes ini akan digunakan untuk menilai motivasi, ketahanan terhadap stres, vitalitas, tujuan pada pencapaian, dan bagaimana kamu melakukan pekerjaan di bawah tekanan.

Itulah dia beberapa jenis alat psikotest yang sering ditemui dan digunakan untuk rekrutmen, semoga bermanfaat. Sekian artikel ini, jika ada kritik dan saran silahkan tulis pada kolom komentar. Terima kasih.

Baca juga : 3 Jenis Outfit yang Tidak Perlu Dipakai ke Kantor


Editor: Maya Indra Purnamasari -

0     0    

Komentar