3 Cara Menghadapi Rekan Kerja Penjilat
Siker.id | 01 Jun 2022 12:00


Bagikan ke
Ilustrasi gambar (freepik/siker.id)

siker.id - Bekerja dengan rekan kerja di kantor tentunya memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Terkadang ada yang suka cari muka, seperti menjelek-jelekkan temannya, bahkan ada yang penjilat. Kesal bukan jika memiliki rekan kerja yang seperti itu?

Nah, berikut ini ada beberapa cara menghadapi rekan kerja penjilat. Simak dibawah ini.

Baca juga : 3 Cara Hilangkan Rasa Bosan di Tempat Kerja

1. Jangan Terlalu Didekati

 

Bila Anda tidak ingin sakit hati atau merasa kesal, baiknya sih jangan terlalu mendekati rekan kerja yang suka cari muka. Maksudnya, Anda jangan berusaha menjadikan ia teman atau sahabat, cukup jadi patner kerja saja.

Bersikaplah sewajarnya saja. Tak perlu menghindar atau membicarakannya. Hanya saja jangan terlalu terlibat dalam hidupnya.

Baca juga : 3 Cara Menghadapi Rekan Kerja Yang Baperan

2. Jangan Mudah Tertipu dengan Sikap Manisnya

Orang bermuka dua itu biasanya sikapnya suka berubah-ubah. Terkadang menyebalkan, eh tiba-tiba jadi manis sekali. Saat Anda menghadapi rekan kerja yang begitu, jangan mudah tertipu.

Anda harus jeli dan waspada. Sekalipun dia tampak sangat baik, sebaiknya jangan langsung menilai dia telah berubah.

3. Tidak Perlu Bermusuhan

Menghadapi rekan kerja yang suka cari muka itu bukan dengan memusuhinya. Sebab penjilat itu biasanya pandai membual. Apabila penjilat mengetahui Anda berbuat buruk kepadanya, sudah pasti dia akan semakin menyudutkan Anda di depan banyak orang.

Apalagi sampai menunjukkan ketidaksukaan Anda secara terang-terangan. Itu tidak perlu. Lebih baik bersikap normal aja. Dengan begitu Anda bisa bekerja secara nyaman.

Demikian di atas tadi beberapa cara untuk menghadapi rekan kerja penjilat, semoga membantu dan tetap bersabar menghadapi sifat rekan kerja yang seperti itu.

Sekian artikel ini, jika ada kritik dan saran silahkan tulis pada kolom komentar. Terima kasih.

Baca juga :Merasa Pesimis Di Kantor? Lakukan 3 Cara Ini!


Editor: Maya Indra Purnamasari -

0     0    

Komentar