3 Akibat Buruk adanya Hustle Culture
Siker.id | 25 May 2022 14:30


Bagikan ke
Akibat hustle culture (siker)

siker.id - Fenomena hustle culture kini marak terjadi di kalangan pekerja, khususnya milenial. Bekerja secara berlebihan melebihi waktu normal rela dilakukan demi mencapai keuksesan yang diinginkan. Alhasil, aspek-aspek lain di kehidupannya jadi banyak yang terabaikan. Sayangnya, budaya ini tidak sepenuhnya bisa dibenarkan. Pasalnya, ada beragam dampak buruk yang bisa muncul jika hustle culture ini terus dilakukan. Mau tahu apa saja? Berikut ulasannya!

Baca juga: 3 Cara Membangun Mindset untuk Kemajuan Karir

Kesehatan fisik dan mental terguncang

Memprioritaskan pekerjaan diatas aspek lainnya bukanlah pilihan yang tepat. Jika kalian masih saja mengikuti hustle culture ini maka bersiaplah kesehatan fisik hingga mentalmu akan terguncang. Potensi drop sewaktu-waktu bisa saja muncul akibat kelalaianmu menjaga kesehatan diri. Selain rentan sakit, bekerja secara berlebihan juga membuatmu rentan stres. Dalam jangka panjang, hal ini akhirnya merembet kemana-mana. Ingatlah, jika tubuh kita juga ada batasnya. Alih-alih mempercepat pencapaian tujuan, memaksakan diri di luar batas kemampuan justru bisa menghambat kemajuan dirimu.

Menciptakan lingkungan kerja yang toxic

Hustle culture ini memberi dorongan bagi kita untuk bekerja secara terus-menerus melebihi orang lain agar bisa jadi yang terbaik. Namun, tahukah kamu hal ini justru bisa menciptakan lingkungan kerja yang toxic? Ketika setiap pekerja memiliki ambisi mencapai puncak, maka peluang terjadinya kompetisi yang tidak sehat akan lebih mudah muncul. Melakukan cara yang kejam sekalipun rela dilakukan demi pencapaian tujuan yang diinginkan.

Baca juga: 3 Tips Meniti Karir Di Perusahaan Startup

Fokus ke kuantitas dan mengabaikan kualitas

Coba bayangkan, betapa lelahnya mental dan fisik kita jika dipaksa terus bekerja sepanjang waktu. Bukankah kondisi yang tidak prima ini mempengaruhi kualitas kerja kita? Hustle culture cenderung mendorong kita untuk fokus pada kuantitasnya saja. Menyelesaikan pekerjaan dalam jumlah banyak dalam suatu waktu terkadang membuat kita kerap mengabaikan makna tugas sebenarnya.

Sekian artikel tentang akibat buruk adanya hustle culture. Bila menyukai artikel ini bisa dibagikan pada banyak orang. Jika ada kritik dan saran bisa tulis pada kolom komentar. Terima kasih.

Baca juga: 4 Karakteristik Profesional yang Jadi Kunci Karir


Reporter: Theo Adi
Editor: -

0     0    

Komentar