3 Bahaya Menyampaikan Kritikan secara Keras
Siker.id | 24 May 2022 17:30


Bagikan ke
Bahaya kritik destruktif (siker)

siker.id - Sebagai manusia yang jauh dari kesempurnaan, tentu kita sudah akrab dengan beragam kritik dan juga koreksi dari orang lain. Bahkan tidak jarang kita tampil menjadi sosok yang menyampaikan kritikan terhadap kekurangan orang lain. Tapi sayangnya, tidak semua orang paham bagaimana cara menyampaikan kritikan yang tepat. Alih-alih mengoreksi kekurangan dengan cermat serta memberikan saran yang membangun, yang ada kita justru menyampaikan kritik secara destruktif. Padahal ini menyimpan sisi negatif tersendiri. Berikut ini bahaya ketika kamu sering menyampaikan kritikan secara destruktif.

Baca juga: 4 Tips Menerima Kritik dan Saran dari Karyawan

Membunuh kreativitas

Keberadaan kritik yang destruktif memang menjadi perilaku buruk yang dianggap wajar. Menyoroti kekurangan terlalu berlebihan dan memunculkan anggapan bahwa seseorang tersebut tidak akan maju dan tidak bisa melakukan yang terbaik ke depannya. Dengan kata lain, secara tidak langsung kamu mengatakan bahwa apa yang dilakukan seseorang sia-sia. Perilaku seperti ini tentu saja menyimpan bahaya tersendiri. Salah satu hal yang sangat mungkin terjadi adalah terbunuhnya kreativitas seseorang. Mereka yang mendapat kritik tersebut diliputi ketakutan jika ide dan juga karya-karyanya tidak dihargai dan dipandang sebelah mata.

Bisa jadi bumerang bagi diri sendiri

Kritikan sejatinya adalah hal positif yang bisa membuat kita berkembang menjadi individu yang lebih baik. Baik itu bagi mereka yang menerima kritik maupun yang menyampaikan kritik. Namun demikian, tidak sedikit di antara kita yang merasa paling benar dan sempurna sehingga menyampaikan kritikan secara asal bahkan bersifat menjatuhkan. Menjadi seseorang yang sering menyampaikan kritikan destruktif, sudah pasti ini bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri. Ibarat kata pepatah, apa yang ditanam pasti kelak akan dituai. Akibat hal tersebut, bisa saja karya dan ide-idemu akan ditolak oleh orang-orang yang pernah merasa sakit hati dan dipermalukan.

Baca juga: Berikut Tips Menyampaikan Kritik Yang Sopan

Rawan menimbulkan konflik

Menyampaikan kritikan pada kenyataannya memang susah-susah gampang. Kamu tidak sekedar menyoroti kekurangan yang ada. Namun harus bisa menyampaikan koreksi tersebut dengan bahasa yang tepat dan tidak membuat seseorang merasa sakit hati atau tidak dihargai. Rawan menimbulkan konflik merupakan salah satu bahaya yang bisa saja terjadi ketika kamu menyampaikan kritik yang bersifat destruktif. Apa yang kamu sampaikan bukan tidak mungkin akan menimbulkan pro kontra dan menyulut kemarahan masyarakat.

Sekian artikel tentang bahaya sampaikan kritik secara keras. Bila menyukai artikel ini bisa dibagikan pada banyak orang. Jika ada kritik dan saran bisa tulis pada kolom komentar. Terima kasih.

Baca juga: Bagaimana Cara menghadapi Kritik di Tempat Kerja?


Reporter: Theo Adi
Editor: -

0     0    

TAG :

Komentar