3 Tips Presentasi dengan Metode Storytelling
Siker.id | 23 May 2022 19:00


Bagikan ke
Presentasi dengan metode storytelling (siker)

siker.id - Storytelling atau kemampuan bercerita dapat dikatakan sebagai seni atau teknik berkomunikasi. Manusia sudah terbiasa berkomunikasi dengan cara bercerita dari zaman dahulu kala. Dan ini menjadi bentuk transfer ilmu pengetahuan paling konvensional dan sederhana namun tetap efektif untuk digunakan hingga saat ini. Itulah mengapa teknik storytelling atau teknik bercerita dinyatakan sebagai teknik yang baik dalam hal presentasi. Gaya bercerita dan karakter seseorang yang terkesan santai dan ditambah dengan beberapa anekdot yang relevan dengan keseharian namun tetap serius biasanya menjadi gaya bercerita andalan dan terbaik dalam membawakan presentasi hingga saat ini. lalu bagaimana caranya? Berikut ulasannya!

Baca juga: 3 Tips Cara Menjawab Pertanyaan saat Presentasi

Gunakan analogi yang masuk akal dan relevan dengan keseharian

Saat presentasi dengan teknik storytelling, pembicara atau storyteller perlu membuat contoh kasus yang sifatnya imajinatif dan berkaitan dengan topik yang sedang dibawakan, ini biasa disebut dengan analogi. Analogi yang berkaitan dan mendukung topik ini diperlukan agar para audiens dapat ikut merasakan dan berpikir langsung mengenai kasus tersebut dan membuat topik yang sedang dibawakan menjadi terasa lebih hidup. Namun perlu diingat jangan sesekali membuat analogi yang di luar akal pikiran atau bersifat fantasi, karena tidak semua peserta memiliki fantasi yang sama dan nantinya hanya akan membuat para peserta bingung, bosan, sulit memahami, atau bahkan mejadi salah persepsi.

Sampaikan poin-poin penting secara jelas

Buatlah poin-poin penting dari seluruh materi yang ada dapat tersampaikan dengan jelas kepada para peserta, sampaikan dengan bahasa yang singkat, jelas, dan tepat yang mudah dipahami serta mudah diingat oleh para peserta. Jangan pernah membuat peserta untuk menerka-nerka maksud dari poin-poin tersebut tanpa ada penjelasan atau pembahasan setelahnya karna hal itu hanya akan membuat para peserta merasa kesal dan jenuh, merasa percuma akan presentasi tersebut karena mereka merasa sulit untuk memahaminya.

Baca juga: Berikut 4 Teknik Presentasi yang Benar

Lakukan kontak mata terhadap audiens

Di saat membawakan presentasi, sesekali lakukanlah kontak mata dengan para peserta. Dengan adanya interaksi dan kontak mata dengan peserta, maka secara langsung pembicara akan mengetahui apakah peserta sedang memperhatikan presentasi yang sedang dibawakan atau tidak. Dan dari hal tersebut pembicara dapat lebih mengatur dan menyesuaikan langkah apa yang harus dilakukan terhadap peserta agar suasana saat presentasi berlangsung dapat terus terjaga dengan baik dan perhatian peserta tetap fokus kepada pembicara dan materi yang sedang disampaikan.

Sekian artikel tentang tips presentasi dengan storytelling. Bila menyukai artikel ini bisa dibagikan pada banyak orang. Jika ada kritik dan saran bisa tulis pada kolom komentar. Terima kasih.

Baca juga: Pentingnya Menyiapkan Presentasi Bisnis yang Menarik


Reporter: Theo Adi
Editor: -

0     0    

Komentar