3 Hal yang Perlu Diketahui tentang Task-Batching
Siker.id | 13 May 2022 10:00


Bagikan ke
Task-batching (siker)

siker.id - Apakah kamu sering melakukan tugas dengan multitasking? Membuka email dalam 15 menit sekali sambil mengerjakan tugas lain di sela-sela waktu tersebut? Sayangnya, itu bukanlah metode menyelesaikan pekerjaan yang baik. Karena hal itu justru membuat otak bekerja secara ekstra dan efeknya membuat kita sering kebingungan sendiri. Cobalah lakukan task batching. Metode ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan menghemat biaya sehingga hasilnya juga akan lebih efektif dan efisien. Berikut penjelasannya.

Baca juga: Berikut ini Cara Menghentikan Kebiasaan Multitasking

Memulai task-batching

Analogi yang paling mudah dipahami mengenai konsep task-batching adalah kebutuhan kita akan binatu. Kita pasti mengumpulkan banyak cucian kotor untuk diserahkan sekaligus. Salah satu tujuannya adalah untuk efisiensi biaya. Task-batching dalam penyelesaian pekerjaan bisa kita lakukan dengan mengumpulkan tugas-tugas yang sama untuk dilakukan dalam rentang waktu tertentu. Misalnya, membuka, mengecek dan membalas email di sore hari selama satu jam sebelum jam kerja selesai. Mengumpulkan referensi tugas akhir di satu hari penuh ketimbang melakukannya satu per satu setiap hari. Ini jauh lebih efektif dan waktu yang dihabiskan pun akan lebih efesien. Fokus kita juga tidak mudah terganggu yang akhirnya membuat pekerjaan kita lebih produktif.

Task-batching harus dibiasakan secara bertahap

Memulai stategi atau teknik apa pun pastinya dibutuhkan konsistensi. Untuk mencapai konsistensi tersebut kita bisa melakukannya secara satu persatu, atau bertahap. Salah satunya dalam hal penerapan teknik task-batching ini. Mulailah membuat daftar dengan mencantumkan pekerjaan yang menjadi prioritas terlebih dahulu. Tidak perlu banyak daftar, cukup daftar kegiatan-kegiatan rutin yang kamu lakukan dalam waktu satu minggu. Kemudian, jika sudah memiliki daftar yang jelas, tinjau kembali daftar tersebut. Langkah selanjutnya, berikan color code untuk masing-masing pekerjaan supaya memudahkan kamu dalam menjangkaunya. Contoh, berikan warna kuning untuk pekerjaan yang butuh riset, warna hijau untuk pekerjaan yang mudah, dan warna biru untuk pekerjaan yang membutuhkan diskusi, begitu seterusnya.

Baca juga: Mengapa Multitasking Bisa Memberi Efek Buruk?

Tips teknik task-batching

Tips yang bisa dilakukan adalah dengan mematikan notifikasi untuk beberapa aplikasi yang berpotensi menjadi distraksi. Contohnya email, whatsapp, social media dan lain-lain. Karena kita sudah menjadwalkannya di waktu tertentu, maka kita hanya perlu mengeceknya di waktu-waktu tersebut. Namun, apabila ada pekerjaan lain yang dirasa perlu perhatian khusus atau yang tiba-tba menjadi urgensi, maka tidak apa-apa untuk melakukan re-schedule terhadap perencanaan kita.

Sekian artikel tentang seluk beluk Teknik task-batching. Bila menyukai artikel ini bisa dibagikan pada banyak orang. Jika ada kritik dan saran bisa tulis pada kolom komentar. Terima kasih.

Baca juga: Berikut Tips Melakukan Multitasking yang Efektif


Reporter: Theo Adi
Editor: -

0     0    

Komentar