Ini 6 Cara Ketika Mengalami Kecelakaan Kerja
Siker.id | 02 May 2022 12:00


Bagikan ke
Ilustrasi gambar (siker.id/freepik)

siker.id - Tahun 2020, melansir dari CNN Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan melaporkan angka dari kecelakaan kerja yang mencapai lebih dari 153 ribu kasus. Mengalami kecelakaan kerja menjadi risiko yang harus diwaspadai para pekerja, dan harus memperhatikan keselamatan juga.

Nah, berikut ini adalah cara yang harus diperhatikan ketika mengalami kecelakaan kerja.

Baca juga : 5 Cara Untuk Menghindari Penipuan Lowongan Kerja

1. Fokus dulu pada cederamu

Baik ringan atau parah, setiap jenis cedera harus cepat ditangani. Cedera ringan sekalipun bisa sangat berisiko menjadi masalah seumur hidup kalau tidak ditangani dengan tepat dan cepat.

Segera ke UGD rumah sakit jika perlu. Apalagi kalau cedera terjadi pada bagian kepala. Keselamatan kamu adalah harus jadi prioritas utama.

2. Lapor ke perusahaan

Setelah kejadian, kamu harus laporkan kecelakaan ke atasan dan pihak HRD yang ditunjuk untuk menangani aduan kecelakaan kerja. Perusahaan pun diwajibkan untuk melaporkan setiap kecelakaan atau dampak kecelakaan kerja yang mempengaruhi karyawan kepada BPJS Ketenagakerjaan serta dinas terkait.

Laporan harus diserahkan maksimal dalam 2 x 24 jam sejak karyawan dinyatakan memiliki penyakit, cacat, atau bahkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja. Minta bantuan rekan kerja atau anggota keluarga apabila mengalami cidera yang serius.

3. Simpan bukti-bukti kecelakaan

 

Tahap ini penting supaya kamu bisa mengajukan klaim kompensasi nanti. Rekam video atau ambil foto tempat kejadian sebanyak-banyaknya.

Buat salinan dari semua dokumen hasil pemeriksaan medis yang kamu jalani. Catat juga setiap gejala atau keluhan yang kamu alami. Sebab, bukan tidak mungkin cedera ringan berubah jadi makin serius seiring berjalannya waktu. 

Baca juga : Inilah Cara Menghadapi Pimpinan Yang Otoriter

4. Manfaatkan JKK dari BPJS Ketenagakerjaan

 

Semua perusahaan di Indonesia wajib mendaftarkan setiap pekerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan sebagai upaya perlindungan dari risiko kecelakaan kerja. Dengan begitu, kamu bisa memanfaatkan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) ketika mengalami kecelakaan kerja.

Lewat JKK, kamu akan mendapatkan penanganan medis sampai sembuh tanpa batasan biaya. Korban kecelakaan kerja juga akan mendapatkan penggantian upah selama tidak dapat bekerja.

Sementara, jika korban meninggal dunia, BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan santunan kematian kepada keluarga sejumlah 48 kali upah melalui program program Jaminan Kematian (JKM).

5. Klaim kompensasi ke perusahaan

Tujuan klaim kompensasi kecelakaan kerja adalah menjamin supaya kamu bisa kembali bekerja seperti dulu kala, seandainya kecelakaan itu tidak terjadi. Katakanlah gaji kamu terpotong akibat kecelakaan. Dengan klaim kompensasi, kamu bisa mendapatkan kembali nominal gaji yang terpotong.

Klaim kompensasi juga berguna jika setelah mengalami kecelakaan kerja, kamu jadi kehilangan kesempatan untuk mendapatkan bonus atau promosi. Jika perusahaan keberatan dengan klaim yang kamu ajukan, carilah bantuan hukum dari pengacara yang mengkhususkan diri mengurus klaim kecelakaan kerja.

6. Catat semua pengeluaran yang keluar dari kantong pribadi

 

Dengan fasilitas JKK, hampir seluruh biaya pengobatan sampai pemulihan akan ditanggung oleh BPJS-TK. Akan tetapi, mungkin ada beberapa pengeluaran yang tidak termasuk dalam tanggungan BPJS.

Maka saat akan mengajukan klaim kompensasi terhadap perusahaan, penting untuk mencatat semua biaya yang kamu keluarkan sendiri. Ini termasuk menyimpan semua tanda terima yang akan diperlukan sebagai bukti pengeluaran.

Demikian beberapa cara di atas dapat kamu terapkan saat mengalami kecelakaan kerja, semoga dapat membantu ya dan tetap menjaga keselamatan ketika sedang bekerja.

Sekian artikel ini menjelaskan, apabila ada kritik dan saran bisa dituliskan pada kolom komentar. Terima kasih.

Baca juga : Lakukan 3 Cara Ini Agar Lebih Proaktif Saat Bekerja


Editor: Maya Indra Purnamasari -

0     0    

Komentar