3 Contoh Penerapan Monkey Business yang Merugikan
Siker.id | 22 Apr 2022 10:00


Bagikan ke
Penerapan monkey business (siker)

siker.id - Pernahkah kamu menemukan situasi di mana harga suatu komoditas barang melejit dan membuat banyak orang berlomba untuk membeli barang tersebut untuk kemudian dijual kembali demi mendapat laba yang besar? Situasi ini adalah contoh fenomena monkey business yang kerap terjadi di tengah masyarakat. Bila merujuk pada pengertian yang diberikan oleh Cambridge Dictionary, monkey business adalah sebuah perilaku tidak jujur atau ilegal. Monkey business juga dapat didefinisikan sebagai salah satu strategi bisnis kotor yang digunakan untuk memperkaya diri sendiri dengan cara meningkatkan keuntungan meski dengan cara penipuan. Lalu apa saja contoh dari penerapan monkey business ini? Berikut ulasannya!

Baca juga: 4 Jenis Pekerjaan Hasilkan Barang, Jasa dan Bisnis

Batu akik

Sekitar tahun 2015 hingga 2016, masyarakat kembali dibuat kaget dengan harga batu akik yang melambung tinggi hingga mencapai jutaan rupiah untuk satu cincinnya. Bahkan, di beberapa wilayah banyak bermunculan sentra batu akik yang menjual beragam batu hias tersebut. Kini, bila kamu coba lihat di berbagai situs jual beli online, harga batu akik ada di angka puluhan hingga ratusan ribu saja.

Tanaman janda bolong

Tak cukup sampai di sana, fenomena monkey business kembali muncul di tahun 2019 hingga 2020 lewat tanaman hias janda bolong. Tanaman yang memiliki nama latin Monstera adansonii variegata ini memang merupakan tanaman hias unik karena bagian daunnya berlubang. Saat tanaman ini viral, harga satu tanaman janda bolong bisa mencapai Rp 90 juta dan bisa mencapai Rp 120 juta untuk jenis tanaman janda bolong Monstera Obliqua. Tak sedikit masyarakat yang berlomba untuk berburu tanaman ini, hingga membelinya untuk sekadar investasi. Namun tentu saja, pola bisnis musiman ini tidak memiliki stabilitas harga yang baik, dan cenderung turun drastis dalam waktu singkat.

Baca juga: 7 Cara Memulai Bisnis Startup Untuk Para Pemula

Ikan Arwana

Masih dari era tahun 2000-an, geliat ikan hias merajai pasar hewan hampir di seluruh Indonesia. Saat itu target pasar dari gejolak bisnis ikan hias ini menyasar hampir seluruh lapisan generasi, dari anak-anak hingga orang dewasa. Beberapa di antaranya adalah meningkatnya permintaan terhadap ikan Louhan, ikan Koi, dan ikan Arwana. Ikan Arwana pernah menjadi komoditas berharga tinggi dengan pengelolaan khusus karena sifatnya yang pemakan ikan lain serta muncul gengsi untuk memajang ikan ini di restoran maupun pertokoan kala itu membuat harganya melambung tinggi.

Sekian artikel tentang contoh penerapan monkey business yang merugikan. Bila menyukai artikel ini bisa dibagikan pada banyak orang. Jika ada kritik dan saran bisa tulis pada kolom komentar. Terima kasih.

Baca juga: 4 Tools Pendukung Bisnis Online


Reporter: Theo Adi
Editor: -

0     0    

Komentar