3 Alasan Harus Berpindah Jalur Karir
Siker.id | 12 Apr 2022 08:30


Bagikan ke
Alasan berpindah jalur karir (siker)

siker.id - Saat ingin pindah jalur karier bukanlah hal yang sederhana, karena beragam alasan bisa dimiliki seseorang. Namun, tidak semuanya harus berakhir pada berpindah haluan karier. Pindah jalur kerja dengan resign dan pindah ke kantor baru adalah dua hal yang sangat berbeda. Berpindah jalur karier mengharuskan memulai lagi di bidang yang sama sekali berbeda dengan pekerjaan sebelumnya. Sementara itu resign dan pindah ke kantor baru, umumnya masih dalam lingkup kerja yang sama. Makanya, cek beberapa alasan masuk akal untuk memutuskan pindah jalur karier, di bawah ini.

Baca juga: 3 Tips Memulai Karir Sebagai Selebgram

Gaji yang lebih tinggi

Meski tidak jadi yang utama, gaji tetap salah satu alasan seseorang ingin resign dari pekerjaannya dan pindah jalur kerja. Kebutuhan untuk memiliki kehidupan yang lebih nyaman dan mapan jadi dorongan beberapa orang untuk mengambil kesempatan di jalur karier baru. Akan tetapi, tidak mutlak kalau gaji yang lebih besar pasti membuatmu lebih nyaman. Pasalnya, ada banyak hal yang membuat seseorang nyaman di pekerjaannya.

Punya kebutuhan yang berbeda

Masih senada dengan keinginan soal gaji, kebutuhan yang bertambah seiring waktu juga menjadi alasan beberapa orang untuk pindah jalur kerja. Misalnya saja, saat pertama kali menerima sebuah pekerjaan di umur 20-an, kamu masih hidup sendiri bersama dengan orang tua. Kini, kamu telah menikah dan memiliki anak. Secara otomatis, pengeluaran pun jadi lebih besar, belum lagi kalau lokasi kantornya jauh. Selain butuh bayaran yang lebih besar, jarak commuting juga bisa jadi pertimbangan kamu untuk mengubah jalur kerja.

Baca juga: 3 Alasan Jangan Memikirkan Gaji Dalam Meniti Karir

Mengalami burnout

Sekalipun bekerja sesuai passion, bukan berarti kamu akan terhindari dari burnout. Akan tetapi, sebelum mengambil keputusan, pastikan bahwa kamu memang betul-betul butuh pindah jalur karier, bukan sekadar mencari pekerjaan baru. Sebab, dalam beberapa kasus, bisa saja kamu hanya butuh suasana dan kantor baru, tapi tidak dengan role yang berubah. Misalnya, kamu seorang auditor di kantor akuntan publik. Pikirkan lagi, apakah kamu memang butuh pindah ke industri baru, bukan ke kantor lain dan tetap berprofesi sebagai auditor.

Sekian artikel tentang alasan berpindah jalur karir. Bila menyukai artikel ini bisa dibagikan pada banyak orang. Jika ada kritik dan saran bisa tulis pada kolom komentar. Terima kasih.

Baca juga: 3 Cara Merintis Karir dari Awal


Reporter: Theo Adi
Editor: -

0     0    

Komentar