3 Dampak Buruk Perfeksionis di Dunia Kerja
Siker.id | 05 Apr 2022 13:00


Bagikan ke
Dampak buruk perfeksionis dalam dunia kerja. (siker)

siker.id - Seorang perfeksionis biasanya menetapkan standar yang sangat tinggi bagi diri sendiri dan tidak mentolerir adanya kegagalan. Pemikiran ini kemudian membuahkan kekhawatiran tersendiri akan dampak dari kegagalan dan ketakutan terhadap kritik atau evaluasi negatif dari rekan kerja lainnya.

Karena itu, orang yang memiliki sikap perfeksionisme tinggi cenderung sulit keluar dari zona nyaman. Mereka memandang keberhasilan sebagai sebuah hal kewajiban, yang mana pada akhirnya hanya akan menciptakan suatu pola pikir dan perasaan negatif lain. Berikut ini alasan mengapa perfeksionisme berdampak buruk terhadap perkembangan diri, khususnya di tempat bekerja.

Baca juga: 4 Skill yang Dibutuhkan Dalam Dunia Kerja

Seorang perfeksionis sulit berdamai dengan kesalahan

Ironisnya seorang perfeksionis ialah, meski ia terus berusaha untuk meraih kesempurnaan, ia tidak memiliki growth mindset yang benar dan terarah.

Dengan self-critic yang berlebihan serta standar yang tinggi, akan sulit bagimu untuk memiliki relasi yang sehat dengan kegagalan. Kita tentu setuju bahwa kegagalan bukanlah pengalaman menyenangkan, tapi itu ada dan harus ada agar kita dapat belajar menjadi pribadi lebih baik. Bahaya ketika kamu mulai merasa takut terhadap kesalahan atau kegagalan, sehingga cenderung menghindarinya dengan tidak mencoba.

Sikap perfeksionisme menguras energi

Pernah mendengar istilah burn out? Sifat perfeksionisme menuntut kita pada kebiasaan untuk terus bekerja dan terus berproduktif. Maka tak heran kamu akan mudah merasa lelah secara fisik dan emosi.

Belum lagi harus berhadapan dengan self critic serta kekhawatiran berlebih terhadap pekerjaan. Satu demi satu emosi negatif yang ditumpuk perlahan-lahan akan meledak dan membuatmu kehilangan minat dan gairah atas pekerjaanmu.

Baca juga: Tips Bahagia saat Masuk Dunia Kerja

Orang perfeksionis cenderung sulit menikmati apa yang dikerjakan

Seseorang bisa terus improve ketika ia mencintai apa yang dikerjakannya. Meski belum sempurna dan masih banyak melakukan kesalahan, ia akan belajar dengan tekun dan perlahan berusaha untuk memperbaiki kekurangannya.

Namun berbeda dengan perfeksionis, ia menetapkan standar yang tinggi untuk apa yang dikerjakannya. Perlahan, pekerjaanmu terasa bagai tuntutan dan bukannya sesuatu yang kamu nikmati. Kamu akan merasa stuck, sulit untuk berproses dan menciptakan progres.

Sekian artikel tentang dampak buruk perfeksionis dalam dunia kerja. Bila menyukai artikel ini bisa dibagikan pada banyak orang. Jika ada kritik dan saran bisa tulis pada kolom komentar. Terima kasih.

Baca juga: 3 Tanda Kamu Belum Siap Masuk Dunia Kerja


Editor: Theo Adi -

0     0    

Komentar