3 Alasan Tidak Mengikuti Pekerjaan Orangtua
Siker.id | 21 Mar 2022 15:30


Bagikan ke
Alasan tidak mengikuti pekerjaan orang tua. (siker)

siker.id - Dalam banyak hal, orangtua menjadi role model yang efektif bagi anak-anaknya. Bahkan sering kali bukan hanya dalam hal bersikap saja melainkan juga bisa sampai ke jenis pekerjaan yang dipilih anak saat dia dewasa nantinya.

Misalnya, orangtua saat ini berprofesi sebagai dokter atau pengacara, anaknya juga akan menjadi dokter atau pengacara. Demikian pula kamu mungkin punya teman yang seluruh anggota keluarganya bekerja sebagai pengajar.

Namun, hal tersebut bisa saja tidak berlaku pada dirimu sendiri. Meski pekerjaan orangtuamu juga membanggakan, kamu akhirnya melakoni pekerjaan lain diluar pekerjaan orang tua. Mungkin ini beberapa alasan yang terlihat!

Baca juga: Mengeluh Karena Pekerjaan? Ini Tips Mensyukuri Pekerjaan

Tidak mau orang meremehkan proses yang kamu lalui

Misalnya, orangtuamu dokter. Bila kamu juga menjadi seorang dokter, banyak orang di sekitarmu menganggap kamu mudah melalui proses karena dari ortu. Walaupun hal tersebut sesungguhnya tidak selalu berhubungan, buat kamu itu sangat menjengkelkan.

Daripada seumur hidup kamu tak punya kesempatan untuk merasa bangga dengan kemampuanmu sendiri, kamu memilih keluar dari bayang-bayang pekerjaan orangtua. Kian berbeda jenis pekerjaannya, kian kamu terbebas dari pandangan orang yang meremehkan prosesmu.

Sebenarnya kamu telah mencoba, tetapi gagal terus

Untuk yang satu ini, sebetulnya kamu menyimpan perasaan sedih. Kamu ingin punya pekerjaan yang sama dengan orangtua. Namun apa daya pekerjaan itu sepertinya memang bukan untukmu.

Ini terbukti dari usahamu buat mendapatkannya yang tidak pernah berhasil. Kamu telah mencoba mengikuti seleksinya berkali-kali dan selalu gagal. Akhirnya, kamu ganti haluan daripada terlalu lama menganggur.

Baca juga: 3 Alasan Lapangan Pekerjaan Semakin Terbatas

Orangtua mengizinkanmu untuk punya pilihan sendiri

Tanpa izin dari orangtua, terkadang memang sukar bagimu bisa leluasa memilih pekerjaan lain. Pasalnya, selama masa pendidikan saja kamu bergantung penuh pada mereka. Untungnya, orangtuamu bersikap amat demokratis mengenai hal ini.

Kamu dibebaskan memilih pekerjaan apa saja yang disukai. Bahkan menurut mereka, pekerjaan anak yang beragam membuat obrolan di rumah tidak membosankan. Namun jika orangtuamu memiliki pendapat yang berbeda, ada baiknya untuk menyampaikan pendapatmu seputar memilih pekerjaan.

Sekian artikel tentang manfaat bisa menyeimbangkan hidup dan kerja. Bila menyukai artikel ini bisa dibagikan pada banyak orang. Jika ada kritik dan saran bisa tulis pada kolom komentar. Terima kasih.

Baca juga: 4 Manfaat Time Blocking dalam Pekerjaan


Editor: Theo Adi -

0     0    

Komentar