icon Logo
Start a Conversation Hi! Click one of our member below to chat on Whatsapp
Langkah-langkah Penting dalam Membuat Job Analysis
Siker.id | 15 Nov 2021 15:22


Bagikan ke

siker.id - Dalam bahasan kali ini, siker.id mengajak pembaca untuk mengenal analisis pekerjaan, atau biasa dikenal dengan job analysis. Analisis jabatan berguna untuk membantu memahami seluk-beluk sebuah pekerjaan yang dibutuhkan organisasi sebelum rekrutmen. Tanpa job analysis yang akurat, Anda tidak akan menemukan kandidat yang tepat untuk membantu pencapaian tujuan perusahaan.

Mari perhatikan langkah-langkah yang bisa diambil dalam membuat job analysis. Poin di bawah bersifat informasi umum, yang mana perlu disesuaikan kembali dengan kondisi di perusahaan/organisasi masing-masing.

Baca juga: Bagaimana Melakukan Analisa Pekerjaan yang Tepat?

1. Mereview informasi tanggung jawab pekerjaan

Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam membuat analisis pekerjaan adalah mengumpulkan informasi secara keseluruhan dan berdasarkan kesesuaian jabatan dalam perusahaan. Sangat penting bagi Anda untuk melakukan wawancara kepada karyawan pemegang jabatan yang akan dianalisis dan menarik informasi seperti apa yang mereka lakukan setiap hari di tempat kerja. Metode atau cara yang paling umum dalam melakukan analisis pekerjaan adalah dengan cara melakukan wawancara terhadap seseorang yang ahli dalam bidang tersebut.

2. Pencarian referensi dari contoh job description

Melihat beberapa referensi akan membantu dalam menulis deskripsi pekerjaan Anda sendiri. Anda dapat menemukan contoh deskripsi pekerjaan dengan melakukan pencarian di internet mengenai “Contoh job description [Title Pekerjaan]” atau Anda dapat melihat posting pekerjaan untuk posisi yang sedang dipekerjakan perusahaan. Anda juga dapat melihat LinkedIn untuk melihat bagaimana orang menggambarkan pencapaian mereka dalam suatu pekerjaan.

Semua pencarian ini dapat membantu Anda mencari tahu dan mengumpulkan informasi bagaimana cara untuk menuliskan analisis pekerjaan dan membantu mengingatkan Anda tentang tugas dan tanggung jawab yang mungkin terlupakan.

3. Meneliti dan berbagi dengan perusahaan lain yang memiliki pekerjaan serupa

Melakukan benchmarking kepada perusahaan lain yang memiliki pekerjaan serupa juga dapat Anda lakukan. Melakukan sharing mengenai pekerjaan atau jabatan yang serupa dapat membantu Anda dalam menuliskan job description.

Beberapa perusahaan/organisasi menggunakan nama atau judul jabatan yang sama, tetapi masing-masing memiliki peran yang disesuaikan kebutuhan perusahaan. Seorang Production Manager di perusahaan A bisa memiliki deskripsi pekerjaan yang berbeda dengan Production Manager di perusahaan B, bahkan meski keduanya bergerak di industri yang sama.

Baca juga: Apa itu Freelance dan Jenis Pekerjaannya

4. Menentukan hasil atau kontribusi terpenting yang dibutuhkan dari posisi tersebut

Dalam proses analisis jabatan juga sangat penting untuk menentukan hasil atau kontribusi terpenting yang dibutuhkan dari posisi tersebut. Sehingga hal ini akan membantu Anda dalam melakukan evaluasi dari jabatan tertentu, Misalnya jika Anda melakukan analisis jabatan untuk posisi tenaga penjualan, dan menentukan bahwa hasil yang dibutuhkan adalah mampu menjual 100 produk per hari. Maka hal ini dapat menjadi indikator ketika nanti dilakukan evaluasi jabatan.

5. Menuliskan task statement yang jelas

Setelah semua informasi dikumpulkan dan tugas sudah teridentifikasi, langkah selanjutnya adalah menulis task statement yang nantinya akan digunakan dalam task inventory serta dimasukkan dalam job description. Job description atau deskripsi pekerjaan akan membantu menjelaskan mengenai gambaran dari pekerjaan tersebut. Deskripsi pekerjaan juga akan mempermudah perusahaan saat akan menjelaskan mengenai tugas jabatan tertentu. Nantinya juga deskripsi pekerjaan ini akan membantu Anda dalam menentukan job specification atau kualifikasi yang dibutuhkan dalam jabatan tersebut.

Task statement yang baik haruslah mengandung unsur action (apa tugas yang akan dikerjakan) dan object (terhadap apa tugas tersebut akan dikerjakan). Selain kedua hal tersebut, task statement yang baik juga biasanya mengandung unsur dimana tugas tersebut akan dikerjakan, bagaimana tugas tersebut akan dikerjakan, mengapa tugas tersebut harus dikerjakan, dan kapan tugas tersebut akan dikerjakan.

Hasil dari analisis pekerjaan adalah deskripsi pekerjaan yang harus terdiri dari delapan bagian yaitu: judul pekerjaan, ringkasan singkat, aktivitas kerja, peralatan dan perlengkapan yang digunakan, konteks kerja, standar kinerja, informasi kompensasi, dan persyaratan pribadi.

Baca juga: Tips Menghadapi Rasa Bosan saat Bekerja

Sekian artikel Langkah-langkah Penting dalam Membuat Job Analysis. Bila menyukai artikel ini anda bisa membagikannya ke semua orang. Bila ada kritik dan saran bisa anda tulis pada kolom komentar.

Terima kasih


Editor: AR Anastasia -

     

TAG :