Berikut Perbedaan Mencari Kerja dan Dicarikan Kerja
Siker.id | 01 Mar 2022 21:15


Bagikan ke
Perbedaan mencari kerja dan dicarikan kerja. (siker)

siker.id - Di beberapa situasi, kita sering mengamati para lulusan atau fresh graduate yang mulai aktif mencari kerja, dan mengalami berbagai tantangan untuk mendapatkan pekerjaan yang diidamkan. Ada yang mengirimkan lamaran ke segala penjuru. Ada yang sudah melakukan pendekatan jauh-jauh hari, misalnya dengan mengikuti program internship yang sang peserta magang berkesempatan menampilkan sikap maupun unjuk kerja yang baik, sehingga ia pun bisa mendapat kesempatan kerja yang lebih daripada yang lain. Ada juga campur tangan orang tua yang berusaha keras memanfaatkan jejaring sosialnya untuk memperkenalkan putra-putrinya.

Kita semua tahu ungkapan yang umum: banyaknya pencari kerja tidak menjamin mudahnya pemberi kerja mendapatkan calon yang tepat. Jadi, jelas bahwa tidak hanya pencari kerja yang sibuk mengais-ngais kesempatan tetapi juga pemberi kerja berlomba-lomba dan berupaya keras untuk mendapatkan calon terbaik yang mereka butuhkan. Tengok keramaian job fair, perusahaan raksasa yang seolah lapar menjaring calon karyawan juga tidak kenal lelah membuka lapak penerimaan karyawannya, bahkan membuatnya semenarik mungkin untuk didatangi para pelamar.

Kenyataan bahwa banyak perusahaan aktif membuka peluang pekerjaan sering membuat pencari kerja lumayan panik untuk memilih perusahaan mana yang tepat untuknya. Kita bisa melihat bahwa ada dua jenis pencari kerja: pertama, mereka yang membabi buta, ingin segera mendapat pekerjaan, apa pun jenisnya, digaji berapa saja, asal bisa mendapat kesempatan direkrut. Kedua, mereka yang tenang, tahu kualitas dirinya, mengamati kesempatan dengan seksama, tetapi tidak pernah berhenti mengobservasi diri dan sekitar, berdiskusi, berusaha meningkatkan kompetensi dirinya dengan mencari bahkan menciptakan proses pembelajaran yang sesuai, lalu akhirnya menangkap kesempatan yang berpeluang besar.

Berikut ini perbedaan antara mencari kerja vs dicarikan kerja :

Baca juga: Berikut Tips Menjaga Profesionalitas selama Bekerja

1. Jika kebutuhan sesungguhnya ada di pihak pemberi kerja, lantas bagaimana dengan para pencari kerja? Di berbagai kesempatan, saya mewawancarai beberapa fresh graduate tentang bagaimana mereka memiliki gambaran tentang dunia kerja yang akan mereka masukin. Tentunya hal-hal yang biasanya mereka bayangkan adalah kegiatan perkantoran, alat-alat dan fasilitas, hari kerja, dan tentunya gaji bulanan. Sementara itu, hal-hal yang sering tidak terbayang oleh mereka adalah hubungan atasan bawahan, dinamika kerja dalam tim, strategi menapaki jenjang karir, budaya perusahaan dan banyak hal lainnya.

2. Banyak dari mereka yang belum memiliki gambaran tentang kualitas-kualitas apa yang sesungguhnya penting. Demikian pula arus informasi yang terjadi antara teman kerja, maupun dengan atasan juga tidak banyak disebutkan. Mereka bisa dikejutkan oleh fakta bahwa ide dan pendapat sebrilian apa pun perlu diajukan secara persuasif. Jika tidak, ide itu tidak dengan mudah diterima, bahkan bisa mati sebelum diungkapkan. Penyebabnya adalah keterampilan komunikasi efektif yang belum memadai. Keterampilan dasar semacam inilah yang perlu dimatangkan oleh para lulusan.

Baca juga: 4 Tanda ini Menunjukkan Tidak Efektif dalam Bekerja

3. Pengalaman-pengalaman berorganisasi di kampus bisa amat berguna, tetapi sebetulnya masih banyak pengalaman yang bisa dicari bahkan diciptakan untuk mempersiapkan diri. Pengalaman magang, membuka usaha kecil, ketekunan dalam suatu bidang keahlian di luar bidang akademis, kesempatan menjadi relawan, dan pengalaman-pengalaman lainnya yang memperkaya ketrampilan sosial dan emosional.

Sekian artikel tentang perbedaan mencari kerja dan dicarikan kerja. Bila menyukai artikel ini bisa dibagikan. Jika ada kritik dan saran bisa tulis pada kolom komentar. Terima kasih.

Baca juga: 4 Cara Meningkatkan Konsentrasi dalam Bekerja


Reporter: Azzachra Rara
Editor: -

0     0    

Komentar