Tips Menjadi Tenaga Penjualan di Bidang Farmasi
Siker.id | 21 Feb 2022 20:00


Bagikan ke

siker.id - Tugas seorang tenaga penjualan di bidang farmasi (pharmaceutical sales rep atau biasa disebut “med rep” dalam bahasa sehari-hari di Indonesia) adalah mengedukasi para dokter dan tenaga medis lainnya tentang perkembangan terbaru dalam industri farmasi dan menunjukkan metode-metode penanganan dan pengobatan yang paling mutakhir. Apakah Anda ingin melatih bakat menjual di lingkungan kerja yang profesional? Apakah Anda tertarik dengan sains dan perkembangan teknologi terbaru? Jadilah tenaga penjualan di bidang farmasi dan bekerjalah sebagai duta industri farmasi, dengan membawa pengetahuan serta pengobatan yang sangat penting kepada berbagai fasilitas kesehatan serta konsumen yang membutuhkan.

Berikut ini beberapa tips menjadi tenaga penjualan di farmasi:

Baca juga: Mari Mengenal Profesi Marketing Executive Secara Dekat

Memasuki dunia farmasi

Ambillah gelar sarjana. Persyaratan untuk menjadi tenaga penjualan di bidang farmasi adalah lulus pendidikan dengan ijazah S1 dari perguruan tinggi yang diakui. Ini lebih baik lagi jika Anda lulus dengan ijazah di bidang ilmu yang berkaitan, misalnya sains.

Ijazah di bidang sains tidak hanya memperlengkapi Anda dengan pemahaman mengenai terobosan-terobosan medis terbaru, tetapi juga membantu Anda berkomunikasi dengan para tenaga medis lainnya. Kuliah atau kursus di bidang bisnis juga merupakan cara yang berguna untuk meningkatkan kemampuan penjualan Anda.

Pada umumnya, kebanyakan perusahaan farmasi akan mempertimbangkan ijazah S1 di bidang apa pun, karena ijazah S1 menunjukkan kemampuan Anda dalam menguasai informasi baru dan disiplin Anda untuk terus berjuang.

Carilah lisensi atau sertifikasi

Sertifikasi resmi sebagai relawan tenaga penjualan di bidang farmasi dapat Anda peroleh dari lembaga-lembaga yang berwenang di lokasi Anda (misalnya di AS, sertifikasi “Certified National Pharmaceutical Representative” atau CNPR® dari “National Association of Pharmaceutical Representatives”). Jenis sertifikat ini menunjukkan bahwa Anda memiliki pengetahuan yang dibutuhkan oleh perusahaan farmasi mengenai produk-produk yang ada serta telah mempelajari ketentuan dan peraturan penjualan produk. Selain itu, pendidikan untuk mendapatkan sertifikasi ini juga membantu Anda mengasah teknik penjualan Anda.

Di AS, semua lulusan program sertifikasi CNPR® mendapatkan akses untuk menggunakan fasilitas pencarian pekerjaan yang disebut “NAPRx® Career Center” , yaitu situs web khusus milik pemerintah tempat perusahaan farmasi mencari karyawan untuk mengisi posisi yang tersedia.

Baca juga: Berikut Trend Digital Marketing 2022

Carilah relasi dengan perguruan tinggi

Selagi masih berkuliah, mulailah berjejaring dan berpartisipasi di industri tersebut dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia di kampus Anda.

Hadirilah acara-acara bursa lowongan kerja. Beberapa perusahaan farmasi yang besar merekrut tenaga kerja langsung dari kampus-kampus perguruan tinggi. Berpakaianlah secara profesional dan siapkan diri Anda untuk menjalani wawancara di tempat. Lakukan apa pun untuk sesegera mungkin mendaftarkan diri Anda, karena daftar tenaga kerja di acara-acara seperti ini biasanya cepat penuh.

Manfaatkan pusat-pusat lowongan kerja. Sumber daya berharga ini akan menghubungkan Anda pada informasi yang berguna mengenai pasar kerja dan pembimbing karir yang dapat memberikan bantuan dalam pembuatan CV atau mengusahakan prospek karir Anda.

Sekian artikel tentang tips menjadi tenaga penjualan dalam bidang farmasi. Bila menyukai artikel ini bisa dibagikan pada banyak orang. Jika ada kritik dan saran bisa tulis pada kolom komentar. Terima kasih.

Baca juga: Berikut Skill yang Wajib Dipelajari Digital Marketing


Reporter: Azzachra Rara
Editor: -

0     0    

Komentar