Berikut Ini Tips Menjadi Atasan Yang Baik
Siker.id | 20 Nov 2021 09:30


Bagikan ke
Atasan yang baik mampu memberi contoh dan dekat dengan karyawannya. (siker)

siker.id - Mungkin Anda berpikir bahwa menjadi atasan baik itu segalanya bisa jadi mudah. Namun, praktiknya tidak semudah yang Anda bayangkan. Mengapa? Karena posisi atasan “terjepit” oleh posisi di atasnya dan posisi di bawahnya (bawahan). Tak heran, seorang atasan harus mengakomodasi kepetingan atasannya dan bawahannya secara baik dan benar. Bila timpang, misalnya hanya mengakomodasi posisi yang lebih tinggi, ia mungkin dicap “menjilat” atau tidak adil oleh bawahannya. Berikut ini tips agar bisa menjadi seorang atasan yang baik dan menjadi panutan buat bawahannya:

Baca juga: Tingkatkan Produktivitas Karyawan dengan Tips Ini

A. Fokus Pada Keunggulan Karyawan

Pemimpin yang baik harus bisa memahami kelebihan dan kekurangan karyawan. Anda tidak bisa menuntut semua karyawan dapat sempurna tanpa kelemahan. Karena masing-masing karyawan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Saat karyawan melakukan kesalahan, jangan fokus pada kelemahannya sehingga melupakan kelebihannya. Usahakan untuk tidak mempermalukan karyawan di depan banyak orang.

B. Bertindak Sebagai Mentor

Pemimpin yang baik tak hanya sekedar menjadi bos, namun harus menjadi leader yang juga bertindak sebagai mentor untuk karyawannya. Anda harus mampu membimbing dan mengarahkan karyawan agar mereka bisa melakukan pekerjaan yang baik. Beri contoh dan ilmu yang sekiranya dapat bermanfaat untuk karyawan tersebut saat melaksanakan tugasnya. Beri peluang kepada karyawan untuk meningkatkan kemampuannya, namun tetap siaga untuk membantu masalahnya.

C. Datang Tepat Waktu

Sebagai atasan, Anda wajib datang tepat waktu terlepas dari sibuk tidaknya Anda dengan urusan nonpekerjaan. Bila Anda datang tdak tepat waktu, bawahan Anda akan tidak respek kepada Anda karena beralasan mereka juga bisa datang terlambat karena Anda sebagai atasannya biasa terlambat masuk kerja.

D. Reward vs. Punishment

Banyak kekecewaan bawahan kepada atasannya karena penilaian atasan yang tidak adil. Misal, Anda memberi penilaian keinerja yang sama antara bawahan yang rajin dengan yang malas. Ini biasanya memberikan demotivasi bagi bawahan yang rajin bekerja karena mereka merasa sia-sia bekerja rajin. Untuk memotivasi bawahan, Anda harus menerapkan reward and punishment. Sebagi contoh, berilah penilaian yang lebih (reward) kepada bawahan yang rajin bekerja daripada bawahan yang malas bekerja (punishment).

E. Mengenali Pribadi Karyawan

Semakin dekat seorang pimpinan kepada karyawannya, maka pimpinan tersebut bisa dibilang sudah memenuhi salah satu ciri pimpinan yang baik. Kenali pribadi karyawan tak hanya untuk urusan pekerjaan saja, di luar urusan kantor Anda bisa coba mengenali karyawan secara pribadi. Tentu dengan batas tertentu yang tidak sampai mengusik ranah privasi karyawan.

Baca juga: Tips Menjadi Sales Sukses, Selengkapnya

F. Beri Kesempatan Karyawan untuk Berkembang

Atasan yang baik tidak akan membiarkan karyawannya stuck dengan jabatan dan tingkatan pekerjaan yang itu-itu saja. Seorang pemimpin yang baik harus memberi kesempatan kepada karyawannya untuk terus belajar ilmu atau skill baru agar kemampuannya terus berkembang. Beri motivasi dan semangat kepada karyawan yang berpotensi unggul untuk terus maju.

G. Tidak Membawa Isu SARA

Jangan pernah bawa-bawa suku, agama, dan ras (SARA) saat Anda di tempat kerja. Jika sebaliknya, Anda akan mendapat “perlawanan” dari bawahan Anda yang mungkin tersinggung atas ucapan atau tindakan Anda. Bersikaplah profesional dan menyadari bahwa Ada bekerja di lingkungan kerja yang majemuk.

H. Berinteraksi Dengan Bawahan

Jangan hanya diam di ruangan atau kantor Anda. Jika Anda punya waktu luang, misalnya saat coffee break atau makan siang, berinteraksilah dengan bawahan Anda dari segala posisi. Saat berinteraksi dengan mereka, buatlah obrolan ringan yang memancing bawahan Anda nyaman ngobrol dengan Anda.

I. Jadi Pendengar yang Baik

Timbulnya masalah dalam suatu pekerjaan adalah hal yang wajar terjadi karena manusia memiliki keterbatasan. Ketika karyawan melakukan kesalahan, coba dengarkan terlebih dahulu penjelasan dari mereka dan jangan langsung menjudge. Cukup jadilah pendengar yang baik yang bisa mendengarkan aspirasi dan keluhan karyawan namun tetap bisa bersikap tegas.

J. Tidak Mudah Emosi

Seorang pemimpin yang baik harus mampu mengontrol emosi dan tidak mudah meluapkannya dengan kata-kata kasar atau main tangan seperti memukul meja atau merusak barang-baran di sekitar. Tetap kendalikan diri dan bersikap dingin agar bisa mencari solusi dari masalah tersebut.

Sekian artikel tentang tips menjadi atasan yang dihormati bawahan. Bila menyukai artikel ini bisa Anda bagikan pada banyak orang. Jika ada kritik dan saran bisa tulis pada kolom komentar. Terima kasih.

Baca juga: Tips Motivasi Diri Sendiri, Biar Makin Aktif dan Produktif


Editor: Theo Adi -

0     0    

Komentar